8 Mitos yang Nggak Boleh Kamu Percaya Saat Mengasuh Bayi

8 Mitos yang Nggak Boleh Kamu Percaya Saat Mengasuh

Usai menjalani serangkaian prosesi pernikahan dan sah menjadi sepasang suami istri, kehidupan lokasi tinggal tangga bakal semakin sempurna sebab lahirnya sang buah hati. Namun, tanpa empiris dan pemahaman yang cukup, mempunyai buah hati kali kesatu bakal menjadi begitu susah dan merepotkan. Itulah kenapa, ‘campur tangan’ dari orangtua maupun mertua tentu nggak lepas dari hidupmu bareng keluarga kecilmu.

Terkadang, sebab pengalaman yang dipunyai orangtua ataupun mertua, mereka merasa anda kurang dapat dalam mengurus buah hati sendiri. Sebenarnya nggak masalah pun kalau mereka sekadar melulu membantumu. Tapi, sebagai catatan, upayakan anda selalu mengingatkan orangtua maupun mertuamu tentang sejumlah mitos yang masih mereka percayai soal merawat bayi. Beberapa anjuran-anjuran leluhur yang sudah Info Tips & Trik Vlog Terbaru rangkum inilah ini justru sebetulnya bahaya, lho!

8 Mitos yang Nggak Boleh Kamu Percaya Saat Mengasuh
8 Mitos yang Nggak Boleh Kamu Percaya Saat Mengasuh

1. Mitos 40 hari, dari mencukur kuku sampai mengurung diri di rumah. Anggapan ini tidak sedikit kelirunya!

 

Pasti anda pernah mendengar saran ini dari semua orangtua, ‘mengurung diri’ sampai 40 hari dan mencukur kuku bayi setelah melalui 40 hari usianya. Kedua mitos ini nggak boleh lagi anda percaya.

Yang benar, bayi nggak boleh disuruh keluar ke lokasi yang ramai dengan dalil akan semakin tidak sedikit kuman atau virus yang dapat menyerangnya, sebab imun pada bayi sangatlah lemah. Sementara kuku yang panjang, ya, mesti segera dipotong. Jangan tidak dipedulikan hingga 40 hari. Itu malah akan membahayakan si kecil.

2. Jangan biarkan buah hatimu mengenakan sarung tangan dan kaki masing-masing saat. Nggak baik pun buat motoriknya kelak

 

Biasanya, orangtua zaman dulu bakal mengenakan sarung tangan dan kaki pada bayi masing-masing saat. Seharusnya, kedua sarung ini melulu boleh dipakaikan saat udara dingin dan saat dia istirahat atau ketika anda tinggal sebentar, supaya kuku jarinya nggak melukai unsur tubuhnya sendiri. Padahal, terlalu tidak jarang bayi dipakaikan sarung tangan dan kaki, bakal memengaruhi indera perasa dan motoriknya saat beranjak dewasa nantinya, lho.

3. Upayakan guna nggak membebat buah hatimu dengan gurita terlampau lama, ya. Para orangtua zaman dulu tidak jarang banget nih mengerjakan tindakan konyol ini, duh~

 

Masih terdapat orangtua yang membebat bayinya dengan gurita dengan tujuan supaya perutnya nggak kembung? Ini pun mitos yang salah kaprah. Justru gurita dapat membuat organ tubuhnya merasakan gangguan dalam pertumbuhan sebab ketatnya gurita yang digunakan. Di samping itu, membebat bayi terlampau kencang pun mengganggu pernapasannya. Ini bayi lho, ya!

4. Sama laksana gurita, membedong kaki bayi pun nggak terlampau bagus guna tumbuh-kembangnya

 

Penggunaan bedong untuk bayi juga dapat menimbulkan masalah serius. Berdasarkan keterangan dari dr Attila Dewanti, SpA(K), bedong lumayan dilakukan saat selesai mandi atau ketika cuaca dingin, seperti dikutip dari laman Kompas. Tujuan bedong hanyalah untuk menciptakan bayi merasa hangat, bukan untuk mengawal pertumbuhan kakinya menjadi sempurna. Justru, urusan ini dapat menghambat tumbuh-kembang tulang kaki dan motoriknya.

5. Nggak terdapat hubungannya memotong rambut bayi dengan asa rambut barunya akan lebih tebal dan indah. Atau hidung yang ditarik supaya lebih mancung

 

Ada yang menuliskan bahwa rambut bayi yang baru bermunculan harus dipotong dulu supaya kelak dia mempunyai rambut yang lebih tebal dan indah. Kenyataannya, ini hanyalah mitos. Sama halnya dengan hidung, rambut pun terpengaruh dari gen kedua orangtuanya. Sementara, hidung yang terus menerus ditarik nggak bakal membuatnya menjadi mancung. Ini malah buat hidungnya merasakan iritasi semata. Kasian, ‘kan?

6. Berdasarkan keterangan dari leluhur, saat menyusui kali kesatu, ASI mesti dilemparkan dulu karena dirasakan sudah basi. Ini ASI, bukan susu sapi!

 

Orang dulu percaya bahwa ASI yang baru terbit kali kesatu mesti dilemparkan terlebih dulu. Alasannya sebab ada kekhawatiran ASI tersebut telah basi sebab berwarna kekuningan. Padahal, ASI yang kesatu kali terbit dari payudara ibu berisi kolostrum yang berisi tidak sedikit sekali nilai gizi dan zat-zat pertahanan yang baik guna bayi. Jadi, nggak terdapat yang namanya ASI basi.

8. Jangan kerjakan hal-hal bebal ini guna mendapatkan tawa dari sang buah hati. Ini bahaya sekali!

 

Pasti anda nggak asing dengan teknik lawas ini; membuang bayi ke udara dan lalu diciduk kembali atau mengayun-ayunkan bayi di tangan dengan tengkurap supaya dia terbahak-bahak. Tolong catat, urusan ini dapat mengakibatkan Shaken Baby Syndrome (SBS), Abusive Head Trauma, Shaken Impact Syndrome, Inflicted Head Injury, atau Infant Whiplash Syndrome, yang adalahcidera serius pada benak bayi yang pun menyebabkan rusaknya fungsi-fungsi saraf otak. Mengerikan, bukan?

Sebenarnya, ada tidak sedikit mitos dari semua leluhur yang kadang masih suka diterapkan pada anak-cucunya. Sebagai generasi muda, mama muda, ataupun papa muda sekalipun, usahakanlah untuk belajar lebih dalam lagi soal parenting. Karena urusan ini jelas bakal membuatmu lebih memahami suasana buah hatimu sendiri. Ya, kalau dapat sih tidak boleh percayakan tumbuh-kembang anak-anakmu besok pada babysitter atau keluargamu. Karena meski bagaimanapun, mereka bukanlah ibunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *